Carry on
Tuesday, 24 January 2017
Monday, 23 January 2017
JANGAN TAKUT DI KRITIK
Hai, ketemu again di challenge hari ke 6 kali ini.
Untuk tantangan kali ini sebenarnya tanpa ada konsep (hehehe). Mungkin karena kesibukan pula, challenge kali ini terasa sangat berat (maaf kan kebanyakan bikin alasan). Tapi yaudah kita langsung kembali ke Laptop !Di remehkan orang lain. Mungkin kalimat ini akrab sekali bagi kalian yang sedang merintis hidup. Entah di bidang akademik, pekerjaan atau bahkan di kehidupan sehari-hari. Tapi kali ini aku akan membagikan pengalaman ku di remehkan orang lain, meskipun hal yang di remehkan adalah suatu kebanggan bagiku.
Sejak kecil aku hobi membaca. Dari umur 2 tahun aku sudah di perkenalkan ibuku dengan buku. Kalau ibarat kata anak-anak sebayaku menganggap mainannya adalah boneka, mobil-mobilan atau robot, namun tidak denganku. Buku adalah salah satu mainan yang selalu menemani di kala bosan. Walau akhirnya gambar-gambar di buku itu aku gunting-gunting dan ku tempelkan hingga menjadi cerita baru yang ku rangkai sendiri.
Karena sejak kecil aku sudah akrab dengan buku, maka sejak kelas satu sekolah dasar aku mulai belajar menulis cerita. Entah cerita fabel ataupun fantasi. Kadang majalah bobo jadi inspirasi untuk menulis. Dan pernah berencana juga mengirimkan salah satu hasil karyaku ke redaksinya. Namun tak ada dukungan sama sekali dari orang tua, ya mungkin karena mereka kurang mengerti keinginanku saat itu.
Pernah waktu kelas 4 SD aku membuat sebuah cerpen yang aku kumpulkan ke mading sekolah, namun tak seorang pun peduli dengan cerpen buatanku. Aku fikir saat mungkin karena tulisanku terlalu buruk. Bahkan ada seorang temanku yang mengejekku karena aku terlalu bangga bahwa saat itu aku bisa membuat cerpen hasil karyaku sendiri. “Semua orang juga bisa nulis gitu, yun. Kenapa kamu bangga banget?”, katanya. Ah, saat itu terasa sangat menyedihkan bagiku. Kegalauan anak umur 9 tahun dan membuatku patah semangat.
Mulai saat itu aku sering berlatih menulis sendiri. Namun aku selalu ragu untuk menampilkannya ke hadapan orang banyak. Ya karena ketidak percayaan diriku dan terlalu takut di kritik, dan itu berlangsung sangat lama. Hingga aku kuliah di semester 4 aku mulai aktif menulis lagi dan mulai mengikuti komunitas-komunitas menulis yang ada di media sosial. Awalnya aku merasa bahwa tulisanku terlalu buruk untuk di eksposkan ke publik. Tapi setelah aku mulai belajar, aku sadar untuk menghasilkan sebuah karya yang bagus kita perlu latihan yang keras dan kritikan pedas dari orang lain. Jadi, mulai saat itu aku memulai membuka diriku dan meyakinkan kalau aku harus bangga bahwa aku selalu berlatih walau tulisanku tak sebagus milik mereka.
Ya, kadang kita harus membuka mata lebih lebar lagi untuk melihat dunia dari berbagai sisi. Sebuah kritikan takkan mampu menggoyahkan ketika kita bisa melihat segalanya jadi lebih indah.
Sekian dulu share pengalaman dariku mengenai hal dimana kamu pernah membanggakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan di #10DaysKF. Semoga menjadi inspirasi bagi kalian yang sama-sama sedang belajar menulis. See you next day, guys…
Sunday, 22 January 2017
Film Paling Berkesan Versi Aku
Akhirnya sudah terlewati juga setengah dari challenge ini. Ya ini challenge ke 5 dari #KampusFiksi 10 Day Writing Challenge.
Kali ini akan membahas tentang 3 Film yang paling berkesan. Yuk langsung aja.
Kalau ngomong-ngomong soal film sebenarnya aku salah satu yang hobi banget nonton, baik yang film produksi dalam negeri atau pun luar. Karena kali ini kita bakal ngomongin film yang paling berkesan apalagi cuma dibatasi 3 film aja,ya udah ini dia rangkuman film paling berkesan versi aku:
1. Keluarga Cemara
“Harta yang paling berharga adalah keluargaIstana yang paling indah adalah keluargaPuisi yang paling bermakna adalah keluargaMutiara tiada tara adalah keluarga”
Hayoo.. siapa yang baca sambil nyanyi? Ya, salah satu soundtrack drama keluarga yang bikin terngiang-ngiang bagi anak generasi 90 an. Keluarga Cemara, sinetron yang dulu sangat di gandrungi mamak ketika aku kecil. Sebenarnya aku juga nggak begitu ingat bagaimana ceritanya,tapi kalau misal di tanya mengapa drama ini sangat berkesan alasannya kalau ingat film ini jadi inget kenangan masa kecil di saat sore hari sambil menunggu kepulangan bapak dari tempat kerja. Ya sinetron ini yang jadi teman ketika mamak dan aku menyingkirkan kebosanan. Sederhana tapi punya kesan.
2. Hearty Paws
Siapa yang pernah nonton film ini? Pasti deh ada yang sampai mewek bombay gara-gara nonton ini film. Film yang menceritakan tentang anjing peliharaan yang tidak mampu melindungi tuannya dari kematian. Emosi kalian bakal diaduk-aduk dengan jalan cerita film ini, apalagi melihat kesetiaan si anjing peliharaan kepada tuannya. Pokoknya film ini satu-satunya yang bikin nagis dari awal sampai akhir.
3. Laskar Pelangi
Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini masuk ke dalam tontonan yang paling berkesan versi aku. Jalan ceritanya sederhana, tapi banyak kesan dan pesan yang disampaikan. Menonton film ini membuat moodbooster untuk meraih mimpi menjadi menggebu-gebu tanpa memandang keadaan. Film yang bagus bagi yang butuh suntikan motivasi.
Cukup sekian dulu ya film yang berkesan yang kita bahas kali ini. Semoga teman-teman yang baca tulisanku ini bisa mengambil hal yang baik dari review film berkesan versi aku. Ya, #10DaysKF untuk hari ke 5 sudah tuntas. Sampai ketemu esok hari, guys..
Film Paling Berkesan Versi Aku
Akhirnya sudah terlewati juga setengah dari challenge ini. Ya
ini challenge ke 5 dari #KampusFiksi 10 Day Writing Challenge.
Saturday, 21 January 2017
Pertama Kali Ku Melihatmu
Akhirnya bisa juga menyempatkan diri ke warnet untuk menunaikan challenge ke empat dari #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge.
Untuk challenge kali ini tergolong agak susah diungkapkan karena ya takut mengingat masa lalu (ceileh). Tapi namanya juga kita ikutan challenge, ya udah sikatt..
Berhubung tema kali ini disuruh menceritakan masa pertama kali bertemu dengan “Dia“ ya sudah kita cerita saja kejadian masa lalu. Tapi loh, “Dia”nya yang mana? Jadi bingung mau nyeritain yang mana (hehehe). Mungkin aku akan menceritakan sosok laki-laki pertama yang bisa membuatku tertarik mengenal apa itu cinta.
Sekitar tahun 2009 ketika aku masih menjalani kehidupanku dengan seragam putih-biru khas SMP. Saat itu aku kelas 9 atau kelas tertinggi ditingkatan SMP. Kala itu kebetulan aku masuk di kelas Favorit di antara kelas-kelas lainnya. Dan untuk ruangan kelasku pun adalah ruang yang paling strategis di antara ruang-ruang lainnya yang ada di sekolahku. Ya mungkin karena kelas ini kelas terdekat dari perpustakaan, dekat dengan ruang guru bahkan dekat dengan kantin kecil. Ya, jadi dari ruang kelas ini kita hampir bisa melihat berbagai macam siswa-siswi yang mondar-mandir entah ingin ke kantor guru, ke perpustakaan ataupun ke kantin.
Hari itu, tepat hari senin setelah upacara bendera, kebetulan aku bertugas untuk mengambil buku pelajaran IPS yang ada di perpustakaan untuk dibagikan ke satu kelas. Ku ajak salah satu temanku untuk membantu membawakan buku paket. Dan seperti biasa aku ke perpustakan sambil mengusili temanku dan sempat pula aku di kejarnya sampai depan pintu perpustakaan. Namun sampai disana seketika langkahku pun terhenti karena aku hampir menabrak seseorang. Ya, dia yang akan jadi tokoh utama kali ini.
Sempat beberapa detik duniaku terhenti, bahkan aku menahan nafas ketika keningku hampir terasa dekat dengan bibirnya. Langkahku pun sedikit mundur karena aku terlalu takut kalau dia marah karena aku hampir menabraknya. Ya, kulihat dari dekat wajahnya. Aku tak pernah melihatnya sebelumnya, namun ketika kulihat lambang kelas di bajunya tertera angka 9 dan sama dengan lambang angka di bajuku. Ku rasa dia pun sama kagetnya dnganku, dan dia pun memberikan senyum sebelum pergi dari pandanganku. Kurasa dia murid baru dan tergelitik hati untuk mengetahui identitasnya.
Hari-hari ku lalui di depan kelas hanya untuk menantikan kehadirannya. Kadang kulihat senyumnya yang ia tebarkan hanya ke teman akrabnya. Kurasa mereka kenal lama. Kutanyakan ke beberapa teman laki-lakiku di kelas mengenai dia. Tapi tak seorangpun teman sekelasku yang mengetahui tentang dia. Dia juga jarang nongkrong dengan teman-teman sekelasnya di warung dekat sekolah. Ku rasa dia introvert, tapi aku semakin tertarik dengannya.
Setiap hari saat jam pulang aku langsung ke parkiran untuk menunggunya mengambil sepedanya. Kulihat kejauhan apakah dia segera pulang atau tidak. Aku berharap bisa memberanikan diri untuk bisa mengenalnya dan juga jadi teman baiknya. Namun saat itu aku terlalu malu walau hanya sekedar untuk memulai percakapan dengannya. Jadi aku hanya mengikuti dari belakang sambil mengayuh sepeda, berharap dia sekedar menyamai kecepatan sepedanya dan sepedaku dan mengobrol ketika pulang. Namun itu tak pernah terjadi.
Pernah sesekali aku mulai belajar serius agar bisa menarik perhatiannya, berharap dia sedikit menoleh ke arahku. Memang benar aku mendapatkan nilai tinggi dan namaku pun tercantum di deretan atas di papan pengumuman. Tapi tetap dia seakan enggan menoleh dan tetap diam.
Hingga sampai akhir kelulusan pun aku tak memiliki ke sempatan umtuk memulai kata dengannya. Dia terlalu diam dan seakan membangun dinding pembatas yang tinggi. Dan sampai 8 tahun berlalu pun aku tak pernah bisa mendengar suaranya, berbagi cerita dengannya ataupun sekedar jadi teman bersepedanya. Ya dia yang pernah menghentikan waktuku hingga sepersekian detik.
Nah, selesai juga ceritanya. Ngenes banget kan? Ya, kadang aku menyesal dengan sikap pemalu ku di masa lalu. Jangan bilang nggak percaya. Justru karena kejadian itu aku mulai berbah untuk sekedar percaya diri dan berani menyampaikan aspirasi di depan umum, seperti diriku yang sekarang. Ya, karena aku nggak mau mengulang kejadian di masa lalu. Mungkin sampai dsini saja chellenge hari ke empat #10DaysKF. Semoga kita segera bertemu esok hari. See you..
Pertama Kali Ku Melihatmu
Akhirnya bisa juga menyempatkan diri ke warnet untuk
menunaikan challenge ke empat dari #KampusFiksi
10 Days Writing Challenge.
Friday, 20 January 2017
Make A Wish for 2017
Hari ini, hari Jum’at untuk challenge ke 3 #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge. Senang sih rasanya, walaupun cuma tiga hari yang masih dilalui tapi masih bisa konsisten buat mengetikakan kata demi kata di keyboard. Aneh ya? Hehehe, ya maklumi sajalah karena biasanya aku anaknya ga telaten kalo disuruh nulis. Jadi kalau besok bisa menuntaskan #10DaysKF itu pencapaian yang luar biasa yang patut di apresiasi. Yeeaaayyy..
Kalau ngomong-ngomong soal harapan yang ingin dicapai di tahun 2017, jujur aja nih kalau di tuliskan satu per satu mungkin bisa di jabarkan sampai 10 halaman (hahaha). Maklumlah namanya manusia pasti minta lebih (maafkan saya yang serakah). Tapi karena di tantangannya harus menuliskan lima saja, ya sudah mungkin yang bakal dituliskan kali ini adalah harapan yang paling dan sangat diharapkan agar tercapai di tahun ini.
Yuk guys, kita simak satu persatu. Siapa tau kita jodoh *eehh
1. Aku pingin GEMUK Ya Allah
Ini mungkin harapan pertama yang sangat konyol di mata orang-orang. Tapi bagi mereka yang terlahir dengan badan sulit gemuk, ini salah satu hal yang sangat super duper sulit. Di saat wanita-wanita lain menyuarakan diet untuk menjaga badannya, kami harus makan habis-habisan agar bisa menambah berat badan walaupun hanya satu ons. Ada enaknya juga sih, tapi kalian nggak tau aja derita kami kalau cari baju supaya kelihatan pantas di mata orang-orang dan tidak di sangka tengkorak berjalan.
2. Konsisten Nge-Blog
Bagi orang yang masih belajar menulis seperti diriku ini nggak mudah loh memacu diri sendiri untuk tetap konsisten membuat karya melalui tulisan. Aku rasa nggak cuma aku saja deh yang merasakannya, kalian yang masih pemula juga kan? (ngaku aja deh.. hehehe). Ya, makanya dengan adanya event semacam challenge-chellenge menulis ini juga menumbuhkan sisi kompetitifku untuk belajar menulis dan juga melatih diri untuk selalu menulis. Terimakasih Kampus Fiksi (Ditunggu challenge-challenge lainnya)
3. Punya Buku Sendiri
Mungkin terdengar sulit sih buat diriku yang masih kemarin sore belajar nulis, tapi justru itu tantangannya. Kalau misal tahun ini aku bisa terbitin buku sendiri berarti aku bisa mengalahkan batasan yang ada dalam diriku dongs. Yang lain aja bisa masa aku nggak? Jangan mau kalah lah sama yang lain. (dengan Pede nya, hahaha)
4. Beli Laptop Baru
Mungkin ini satu-satunya keinginan yang berbentuk benda yang sangat diinginkan. Ya mungkin karena laptop yang sekarang sudah rusak, mur bautnya lepas dan hilang enatah kemana, batrai laptopnya pun sudah soak, jadi sedikit sulit untuk dibawa mondar-mandir. Padahal laptop juga harus di bawa ke kampus karena kebutuhan. Tapi kalau misal bisa kebeli laptop tahun ini, aku maunya laptop yang sudah intel core i-3 (minimal) karena aku mau belajar bikin video, photoshop atau desain. Ya tau sendirilah, kalau laptop yang spesifikasi rendah kan susah buat belajar yang begituan.
5. Menyisihkan Uang Saku dengan Target 10 Juta Satu Tahun
Nah, sebenarnya ini target yang jadi proyek besar tahun ini. Gimana nggak? Untuk karyawan dengan gaji dibawah standar UMR dengan kondisi masih ngontrak dan kuliah sungguh-sungguh sangat sulit buat nabung. Jadi aku manantang diri sendiri supaya bisa dapat menyisihkan uang jajan dengan target 10 Juta. Sebenarnya uang sisihan ini juga buat bakal beli laptop sama renovasi rumah di kampung sih, hehehe. Makanya doakan saja ya, guys. Nanti kalau misal berhasil bakal aku bocorin deh trik dan intriknya nabung ala-ala Yuni.
Ya mungkin sekian dulu tantangan hari ketiga di #KampusFiksi 10 Days Writing Chellenge. Kita ketemu lagi besok ya di tantangan hari ke empat. See you tomorrow, guys!
Thursday, 19 January 2017
Yang Bikin Histeris
Yess, ini hari ke 2 dari #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge, yeeaayy….
Untuk tantangan kedua kali ini akan mengupas tuntas tentang 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris. Sebenarnya aku orangnya jarang menunjukan ekspresi terkejut sampai histeris sih (jarang: nggak tiap hari). Tapi diriku juga bisa menunjukan ekspresi ekstrem di iringi kenaikan nada suara hingga 10 oktaf. Kebayang kan merdunya suaraku yang indah nan cempreng ini. Huahahaha…
Sudah,sudah nggak usah panjang kali lebar lagi, nanti ketemunya luas persegi panjang. Yaudah cuss 3 hal yang memungkinkan diriku nan anggun ini bisa mengeluarkan jeritan histeris ala-ala seriosa:
Yang pertama:
Biasanya sih saat mengerjakan tugas di warnet. Ketika kamu harus berjam-jam mengetik tugas makalahmu di Microsoft word dan sudah 95% terselesaikan. Namun tiba-tiba bencana itu datang. “Pett” listriknya anjlok. Tetangga bilik warnetmu pun langsung meraung-raung karena permainan gamenya harus terhenti seketika. Dan ketika kamu terlalu sibuk dengan gulita dan raungan tetanggamu akhirnya kini tersadar bahwa kamu pun harus ikut meraung. TUGASNYA BELUM KE SAVE… ANJRITT!
Yang kedua:
Ketika malam harus begadang hingga jam 2 dan harus bangun pagi karena ada kelas. Saat kamu memulai membuka matamu di pagi hari, kamu baru menyadari kalau alarm di hp kamu tak berbunyi karena sang handphone sudah mati total, emak pun tak membangunkan. Horornya ketika melihat jam dinding si jarum pendek sudah mengarah ke angka 9. Piye perasaanmu, guys? Kelas harus masuk jam 7 pagi dan jam 9 kamu baru siuman. Udah deh ngejerit-jerit ga jelas. Padahal hari itu ada ujian loh. Ya salaam, dosa apa hambaMu ini Tuhan??
Yang ketiga:
Kalo yang ketiga ini sih adalah teriakan histeris suka cita. Gimana ga histeris suka cita coba kalau tiba-tiba kamu ketemu artis idola. (missal oppa-oppa tamvan seperti: Park Bogum, Jo Jungsuk, Gong Yoo, Lee Minho, dan rupa-rupa warnanya) Kalau aku sih ditambah selingan meluk juga, hahaha (kesempatan, kapan lagi coba).
Ya mungkin sekian dulu untuk 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris. Dan semoga kita masih bertahan untuk challenge-challenge selanjutnya. See you soon, guys !
Wednesday, 18 January 2017
Kekasih Idaman, Uuups...
Bagaimana tipe kekasih yang aku dambakan?
Hahaha, sebenarnya lucu juga ketika harus mengungkapkan bagaimana tipe yang di idamkan. Ya mungkin karena tertarik melihat posting dari Kampus Fiksi di facebook mengenai #10DaysKF yang dimulai dari tanggal 18-27 Januari 2017 yaudah kita terimalah tantangannya. Hitung-hitung sekalian latihan menulis.
Tapi kalau ngebahas tentang kekasih yang didambakan yang jelas jenis kelaminnya laki-laki. Itu syarat mutlak kenapa ia harus di jadikan kekasih. Pasti.
Tapi kali ini aku mau ngomong serius nih. Mungkin bisa di simak baik-baik karena aku jarang-jarang ngomong serius. Bila ditanya bagaimana tipe kekasih yang aku idamkan, sebenarnya bingung juga sih mau ngomong gimana. Tapi kalau dari relung hati yang paling dalam, tipe kekasih yang aku dambakan adalah seorang pria shaleh, dewasa baik dari sikap dan perilakunya, yang manis dan penyayang dan juga mempunyai kesamaan komitmen denganku.
Kenapa harus shaleh? Yang pasti seorang pria shaleh bisa menerapkan ajaran agama dalam kehidupannya yang nantinya akan ia tularkan ke kehidupan keluarganya. Dialah pionir dalam rumah tangga dan menjadi imam disetiap shalat jama’ah di istana kecil kami. (adem banget kan ngebayanginnya?)
Dewasa, baik dari sikap dan perilakunya. Mungkin hampir semua wanita mengidam-idamkan pria yang dewasa, tak terkecuali dengan diriku. Mungkin banyak dari laki-laki yang terlihat dewasa di depan namun sangat kekanak-kanakan ketika bertemu dengan video game kesukaannya ataupun hobi yang digelutinya. Wajar saja sih, manusiawi kalau menurutku. Tapi perspektif dewasa dari penilaianku sendiri adalah bagaimana ketika ia harus menghadapi setiap masalah, pengambilan keputusan dalam hidupnya dinikmati dan di laluinya dengan bijak. Kadang melihatnya kepribadian yang kuat dan tak gampang mengeluh aja udah bikin luluh kok. It’s a cool man !
Pria manis dan penyayang. Kalau penyayang sih pasti. Masa iya sih sama kekasih sendiri ga sayang. Sak durunge dadi pacar wes tak pegat sik neg ngono kui! Apa ada hubungan yang nggak terlibat rasa sayang di dalamnya? Kan imposiblebanget. Kalau adapun pasti menjalaninya nggak ikhlas. Dan kalau kita membahas pria manis, sebenarnya ini cuma bonus aja sih, hehehe… (berharap jadi kenyataan) kebetulan diriku ini kebanyakan nonton drama korea jadi ya rada-rada terinspirasi sama akting oppa-oppa tamvan nan kyeopta yang ada disana. Lagian siapa sih yang nggak gemes lihat pria yang tingkahnya nggemesin, kan bawaannya pingin meluk (tenang, masih dalam batas wajar ). Tapi meskipun dia (sang kekasih) punya sikap tsundere, it’s okay, aku bakal menemukan sisi hangatmu kok, hahahaha. (mulai anarkis)
Nah, mungkin ini yang paling penting, kriteria kekasih idaman (ituuuu) adalah ketika kita memiliki komitmen yang sama. Sangat mustahil suatu hubungan dapat berjalan lancar ketika memiliki tujuan yang berbeda. Ketika kita memiliki cita-cita sama setiap hari mungkin akan terasa indah untuk di jalani. Berjalan sambil bergandengan tangan hingga matahari terbenam ataupun sekedar nonton film bajakan di laptop pun akan jadi memori indah yang bakal kita kenang hingga tua nanti. Ya, komitmen yang kita jalin akan menunjukkan kemana hidup kita akan melangkah.
Mungkin sekian dulu tantangan hari pertama di #KampusFiksi First Day Writing Challenge . Lanjut mikirin apa yang harus dituliskan untuk hari esok di tantangan selanjutnya. Semoga bisa tunai #KampusFiksi 10 Days writing Challenge nya. See you tomorrow, guys!
Mungkin sekian dulu tantangan hari pertama di #KampusFiksi First Day Writing Challenge . Lanjut mikirin apa yang harus dituliskan untuk hari esok di tantangan selanjutnya. Semoga bisa tunai #KampusFiksi 10 Days writing Challenge nya. See you tomorrow, guys!
Tuesday, 17 January 2017
HOAX YANG BIKIN RUNYAM
HOAX YANG BIKIN RUNYAM
Jaman sekarang berbagai macam informasi dapat dengan mudah kita akses. Media-media yang menyediakan akses informasi pun bermacam-macam. Bisa melalui surat kabar, televisi, radio, pamflet bahkan media sosial seperti facebook, twiter, path, instagram dan lain-lain. Tapi apakah media-media yang menyediakan informasi tersebut dapat sepenuhnya kita percayai?
Seiring dengan arus modernisasi manusia pun makin kesini makin mempermudah segala sesuatu yang ada dalam hidupnya. Tak ayal peran media sosial seperti yang saya sebutkan diatas dapat mempengaruhi cara berpikir ataupun sudut pandang dalam menerima sesuatu. Ya, media sosial sebagai sumber arus informasi manusia saat ini dapat sewaktu-waktu merubah perilaku manusia. Contohnya, ketika sesorang ingin mengetahui informasi bagaimana menurunkan berat badan, tak perlu lagi ia harus mengunjungi dokter karena informasi yang berkaitan dengan diet sudah tersedia semua di internet. Sangat praktis dan tak memakan banyak biaya kan? Bisa dibilang media sosial dapat juga membentuk kepribadian seseorang.
Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya apakah peran media sosial dalam pembentukan karakter manusia itu baik? Relatif. Ya tergantung bagaimana pribadi seseorang menilai segala yang di terimanya dari sumber informasi memang berguna untuk dirinya atau hanya sebagai kepentingan pihak lain dengan maksud dan tujuan yang diinginkannya.
Kenapa muncul “kepentingan pihak lain dengan tujuan yang diinginkannya”? Media sosial yang hakikatnya bisa di akses oleh siapapun dan dimanapun ini memungkinkan siapapun baik muda atau tua, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan dapat menshare ataupun menerima segala sesuatunya di media sosial. Tak seperti televisi ataupun koran, di media sosial segala bentuk informasi dapat beredar dengan bebas tanpa adanya pengawasan. Dengan adanya kesempatan luas di media sosial dapat menumbuhkan ladang-ladang baru dalam meraup keuntungan. Bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan baik dengan tujuan untuk memberikan informasi dengan mudah kepada masyarakat, kesempatan ini dirasa paling efektif untuk mendekatkan informasi kepada khalayak umum. Akan tetapi bagi pihak lain yang mungkin ingin memperoleh keuntungan semata atau memiliki maksud lain, kesempatan ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan sudut pandang mereka dengan pemberitaan yang tidak berdasar dengan fakta akurat. Masyarakat saat ini lebih mengenalnya dengan istilah HOAX.
Hoax, salah satu virus yang menyerang masyarakat di era digital yang bahkan keberadaannya sangat sulit dibedakan, apakah ini fakta atau hoax belaka. Tak jarang berita hoax yang disajiakan kadang lebih menarik dari pada pemberitaan berdasarkan fakta yang ada sehingga masyarakat lebih tertarik dengan pemberitaan hoax dan secara tak sadar hoax tersebut tertanam dalam dirinya sebagai fakta. Sangat ironis sekali kalau ini sudah terjadi, keberadaan media social pun sudah di alih fungsikan sebagai sesuatu yang salah. Bukan mencerdaskan akan tetapi membodohi masyarakat secara besar-besaran. Bukan tidak mungkin dengan semakin majunya perkembangan teknologi akan membuat kemunduran pemikiran manusia.
Bagaimana cara membedakan pemberitaan fakta atau hoax belaka? Saya akan menjelaskannya disini mengenai bagaimana menghindari pemberitaan hoax.. klik disini
Monday, 16 January 2017
REPLY (ANSWER ME) 1988 DRAMA YANG BIKIN SUSAH MOVE ON
REPLY (ANSWER ME) 1988 DRAMA YANG BIKIN SUSAH MOVE ON
Yuhuuu.. ketemu lagi dengan Yuni. Apa kabar kalian guys? Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian. Amin.
Kali ini aku bakal mereview, guys. Tebak apa? Yaps, aku bakalan bahas drama Korea lagi(hehehe). Mungkin selama ini banyak orang mengganggap film/drama Korea terlalu menye-menye tapi itu anggapan yang salah loh. Benar sih kalo drama/film produksi negeri gingseng ini menyuguhkan adegan-adegan yang selama ini di impi-impikan oleh para ladies akan tetapi sulit untuk diwujudkan (karena hidup tak seindah drama Korea), tapi semakin kesini kualitasnya semakin oke lho guys. Bahkan mereka tak jarang mengeluarkan biaya cukup besar untuk menghasilkan sebuah drama dengan rata-rata 16-20 episode dengan durasi 45 menitan. Ya, demi menyajikan sebuah tontonan yang berkualitas bagi para penontonnya.
Nah, kali ini film yang akan aku bahas adalah Reply (Answer Me) 1988. Dari judulnya udah ketebak kan ini film mengkisahkan tentang apa? Ya, mengingat ulang segala kejadian yang ada di tahun 1988. Penasaran kan apa saja yang terjadi di tahun 1988?
Dimulai dengan kehidupan warga di gang Ssangmundong, wilayah kecil yang dihuni oleh sekelompok keluarga. Disana juga terdapat lima orang anak yang sudah berteman sejak kecil. Mereka Sung Deok-Seon (Lee Hyeri), Kim Jung-Hwan (Ryu Jun-Yeol), Choi Taek (Park Bo-Gum), Sung Sun-Woo (Go Kyung-Pyo) dan Ryu Dong-Ryong (Lee Dong-Hwi) yang melalui usia 18 tahun mereka di tahun 1988 (kalo di itung-itung sekarang mereka seumuran orang tua kita lho guys). Dimulailah cerita mereka tentang bagaimana arti persahatan, keluarga bahkan pasangan hidup mereka. Terus apa yang menarik dari Reply 1988 ini?
Ceritanya sederhana dan “Gue Banget”
Kalo ini sih sudah saya survey ke bebebrapa teman yang sudah nonton drama Reply 1988. Rata-rata mereka merasa drama ini “Gue Banget” ya mungkin karena ceritanya sesuai dengan kehidupan orang-orang pada umumnya. Bagaimana kehidupan bertetangga, persahabatan dan juga cinta-cintaan ala anak abegeh. Ya kerasa realnya lah, ga dibuat-buat.
Totalitas BANGET!
Sebenarnya ini nih yang bikin aku takjub banget sama drama ini. Semua settingan dalam drama di buat seakan-akan kita ada di tahun 1988. Mulai dari alat-alat rumah tangga, televisi, acara televisi, radio, trend musik, sytle (rambut, baju, make up), alat komunikasi (telepon rumah jadul, pager) bahkan juga disuguhi majalah, acara paling trend pada saat itu. Pokoknya kalo lihat bakal inget cerita mama waktu masih muda deh. Dan akhirnya tau kalau selera orang Korea ataupun Indonesia di tahun 1988 ternyata sama lah sebelas-duabelas baik dari trend ataupun kehidupannya.
Akting Pemainnya
Nah, ini adalah yang buat drama ini sukses besar. Gimana kemampuan para pemainnya memainkan peran agar mereka terlihat benar-benar berada di tahun 1988 meskipun beberapa pemain tidak pernah merasakan kehidupan saat di tahun itu. Contohnya Lee Hyeri yang memerankan Sung Deok-Seon. Artis kelahiran tahun 1994 ini harus memerankan anak remaja usia 18 tahun di tahun 1988 yang notabene dia pun belum lahir di tahun itu. Hebat kau, unnie!
Konfliknya nggak Lebay
Sering kali konflik dalam sebuah drama terkesan menye-menye. Tapi beda lagi kalau disini. Ya, kadang sebuah cerita perlu di dramatisir agar menjadi lebih menarik namun masih sesuai dengan porsinya. Tapi disini penyelesaian konflik dalam cerita dibuat serasional mungkin sehingga tak menjadikannya lebay.
Habis nonton ini pasti jadi kangen dengan sahabat masing-masing deh..
Ya mungkin karena ceritanya di kemas “Gue Banget” ini jadi bikin kita baper sendiri. Gimana nggak, saat lihat betapa hangatnya persahabatan kental mereka tanpa dibuat-buat jadi teringat gimana kekonyolan kalian sama sahabat dulu. Apalagi yang sekarang sudah jarang ketemu, rasanya bakal kangen berat dan ingin mengulang masa-masa indah dulu. I miss you, my best friend…
Melihat sisi lain orang tua yang tak pernah kita tau ketika mereka harus banting tulang untuk kita
Mungkin drama ini slaah satu drama yang tak hanya menampilkan cinta-cintaan sebagai subjek utama dalam sebuah cerita. Kita juga diperlihatkan bagaimana emosi dari orang tua ketika memperjuangkan kehidupan keluarganya, terutama untuk anak-anaknya. Pada adegan-adegan seperti ini aku sering nangis sih, tiba-tiba teringat orang tua dulu banting tulang mencari nafkah. Padahal anak-anaknya selalu mengeluh karena merasa keinginannya tak pernah terpenuhi. I’m feel so bad..
Untuk saudaraku, seberapa menyebalkannya dikau. You’re the best !
Hayo ngaku! Disini siapa yang selalu berantem kalau lagi ngumpul sama saudaranya (akuu.. hahaha ngaku sendiri..). Ini juga di alami sama Sung Deok-Seon dan Sung Bo-Ra lho. Ketika mereka berada dirumah tiada seharipun tanpa jambak-jambakan, cakar-cakaran dan akhirnya ngadu ke Ibunya minta dibela. Tapi ketika Sung Bo-Ra harus pergi dari rumah untuk belajar studi akuntansinya, betapa sedihnya Sung Deok-Seon melihat kakaknya harus hidup prihatin di kamar yang sempit. (Jadi inget lil brotha di rumah…)
Tetangga, saudara terdekat ketika sedang kesusahan.
Kalau liat suasana di Reply 1988 kehidupannya sudah sangat beda di banding tahun 2017 apalagi di perkotaan. Mungkin disini kalian akan lihat betapa dekatnya hubungan antar tetangga di gang Ssangmundong, apalagi ibu-ibunya. Pokoknya seru deh kalau lihat keseharian mereka, bahkan ketika salah satu mendapat musibah tak segan-segan yang lain pun akan membantu semampu yang mereka punya.
Sahabat berpotensi juga untuk jadi jodohmu lho…
Kadang kita terlalu nyaman berteman dekat dengan sahabat sendiri hingga tanpa disadari perasaan terlibat di dalamnya. Ketika kita sadar kalau kita mulai punya rasa dengan sahabat sendiri, jangan malu ataupun takut. Jujurlah sebelum kau menyesali pada akhirnya.
Jalan cerita yang sulit di tebak
Nah, ini lho yang bikin seru sebuah tontonan. Kadang ini juga yang bikin kita kecanduan untuk terus menonton episode selanjutnya. Sama dengan drama ini kalian pasti akan menebak-nebak endingnya dan terus di buat penasaran karena jalan ceritanya tak pernah terduga.
Mungkin sekian dulu review tentang Reply (Answer Me) 1988. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Mungkin banyak kesalahan yang terdapat dalam tulisanku kali ini, semoga teman-teman berkenan memberikan kritik dan sarannya. Bye bye… See you next time
kamu bisa baca yang lain:
Subscribe to:
Posts (Atom)





















